JASSO For Follow-Up Research Fellowship

JASSO Follow-up Research Fellowship adalah program visiting research bagi alumnus program master atau doktoral dari Jepang.

Dikhusukan bagi alumni yang sedang aktif dan bekerja di bidang pendidikan, pusat penelitian, atau administrasi publik. Secara rutin aplikasi fellowship ini dibuka tiap akhir tahun dengan deadline di Bulan November dan pengumuman hasil seleksi di Bulan April. https://www.jasso.go.jp/en/study_j/exchange/tanken/index.html

Dengan jangka waktu riset paling lama 3 bulan, sebagai fellow dari kegiatan ini ditawarkan kesempatan melakukan riset lanjutan dengan memanfaatkan fasilitas riset yang berkualitas di negeri matahari terbit ini. Yang tidak kalah penting adalah menjaga hubungan baik dengan Sensei dan meningkatkan jejaring internasional adalah tujuan dari kegiatan ini. Selain itu, melepas rindu dengan aroma kayu, wanginya kuah udon, enaknya sushi, dan kilas balik masa-masa sekolah di negeri ini tentu tidak ketinggalan.

Fellow asal Indonesia biasanya berkisar 4-7 orang dengan kuota fellowship rata-rata 45 orang setiap tahun dan porsi terbesar untuk riset di bidang Engineering. Tahun lalu Alhamdulillah saya mendapatkan fellowship dari Juli-September 2017. Berikut adalah ringkasan kegiatan yang kami lakukan. Fellow Report 2017

Serba-Serbi Beasiswa BUDI-LN bagian 2

Seleksi Administrasi/ Berkas

Seleksi berkas ini adalah tahap pertama dari semua rangkaian seleksi BUDI-LPDP. Seleksi berkas ini semuanya dilaksanakan online dan dokumen diunggah ke dalam sistem LPDP. Baca dengan baik syarat dokumen yang dikirim, mulai dari format (pdf, jpeg atau doc), ukuran maksimum yang bisa diunggah, dll. Hal-hal non teknis seperti itu kadang kurang diperhatikan/ dibaca dan kegagalan upload sering terjadi. Saran saya jangan upload dokumen pada waktu-waktu istirahat misalkan di jam 12-13. Biasanya banyak orang melakukan isian dokumen di waktu tersebut sehingga sistem jadi lag dan unresponsive. Saya biasanya melakukan upload di pagi hari sekitar jam 5 atau malam hari, sehingga harapannya tidak terlalu banyak orang yang mengakses website di waktu yang sama. Hal sederhana, gagal upload, tetapi bisa membuat gelisah dan cemas :D

Berdasarkan pengalaman saya persiapkan dengan baik semua kebutuhan pemberkasan dan penuhi syarat-syarat yang ada di dalam buku pedoman. Sebaiknya penuhi kebutuhan berkas pada level yang “tertinggi”. Misalkan pada syarat surat LoA di dokumen disebutkan unconditional. Maka jangan sekali-kali mengirimkan LoA conditional pasti dengan mudah aplikasi ditendang dari daftar. Yang sering kurang diperhatikan adalah persyaratan Bahasa Inggris. Memang seringkali kita menyiapkan persyaratan bahasa sesuai dengan kebutuhan Universitas yang dituju. Misalkan kampus tujuan kita hanya menyaratkan TOEFL-ITP atau TOEIC saja, sehingga kita tidak menyiapkan tes bahasa yang lebih ketat dari itu. Saran saya, akan lebih baik kita berinvestasi lebih di assessment bahasa dengan mengambil IELTS atau TOEFL-iBT. Memang lebih mahal dari segi biaya, tetapi investasi yang dikeluarkan sebanding dengan apa yang bisa diperoleh. Challenge kemampuan berbahasa yang didapatkan lebih tinggi, lebih banyak universitas LN yang bisa kita tuju dengan prasyarat IELTS/ TOEFL-iBT, bisa dipakai untuk mendapatkan grant dari kementerian yang menyaratkan IELTS/ TOEFL-iBT, lebih aman (hasil tes yang terstandar dan asli), dan pendapat saya mungkin ada poin lebih untuk calon awardee dengan IELTS/ TOELF-iBT dibanding dengan assessment lain.

Online Assessment

Hal baru yang ada di seleksi BUDI tahun 2017 ini adalah adanya tahapan Online Assessment setelah dinyatakan lulus seleksi berkas. Ada dua tahap yaitu Value and Motive Inventory (VMI) yang memberikan profil mengenai nilai-nilai dan motivasi pelamar di lingkungan kerjanya dan Fifteen Factors Questionnaire Plus (15FQ+) dimana pelamar akan diberikan kuesioner yang dirancang untuk melihat gambaran umum mengenai kepribadian yang bersangkutan. Tidak ada jawaban benar atau salah dalam menjawab kuesioner ini.

Tes ini baru diadakan pada seleksi LPDP dan BUDI di tahun 2017. Jadi saya tidak memiliki referensi yang cukup tentang seleksi online assessment apalagi saya orang teknik, yang awam tentang tes-tes psikologi seperti ini. Semoga sedikit penjelasan yang saya sampaikan di sini cukup membantu dalam mempersiapkan online assessment dan bisa dikoreksi kesimpulan yang saya buat. Dari hasil menjelajah website kala itu saya bisa menyimpulkan bahwa tes VMI ini adalah alat untuk mengetahui bagaimana motivasi seseorang dalam menyelesaikan sebuah aktivitas/ permasalahan, apakah dia determined atau mudah putus asa dengan masalah. Bagaimana motivasi seseorang untuk merepons sebuah masalah, bisakah berkomunikasi dengan orang lain dalam mencari solusi. Bagaimana dengan rasa percaya diri dan sikap seseorang dalam mendekati permasalahan sehari-hari. Apakah seseorang ini mudah terpengaruh kinerjanya/ motivasinya dengan adanya masalah di tempat kerja. Sehingga dalam hubungannya di lingkungan akademik apakah calon awardee ini memliki motivasi yang kuat dalam menyelesaikan studi dengan berbagai masalah yang nantinya akan dihadapi. Pertanyaan yang diberikan berupa deskripsi dan dijawab dengan berbagai level dari sangat setuju, setuju, antara setuju-tidak setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju. Atau sangat penting, penting, dan seterusnya.. Tidak ada salah benar dalam pertanyaan ini.

15FQ+1 ini mengukur kepribadian seseorang, dimana 15 faktor ini adalah factor dasar yang membentuk kepribadian dasar. Misalkan orang yang mudah kehilangan motivasi, tidak perduli, orang yang disiplin dan mandiri, sensitive, dll. Pertanyaan yang diajukan berupa deskripsi dengan jawaban pilihan ganda. Misalkan, jika membicarakan tentang emosi dan perasaan: a.susah b.mudah. Tidak ada salah benar dalam pertanyaan ini.

Saran saya bisa dicoba test trial untuk online assessment ini, bisa dilihat di sini dan di sini atau cari trial lain di Mbah Google.  Jadi kita bisa lebih siap dalam menghadapi tes dan mengukur kemampuan diri sendiri. Kemudian jika ditanya, apakah ada kiat lain? Saya jawab tidak ada, karena saat 2017 lalu saya juga menjawab sesuai apa yang terjadi. Intinya adalah jadi diri sendiri, be yourself. Lagipula ini tes psikologi, tidak ada nilai jelek dan baik yang ada adalah menggali potensi dan mengenali diri sendiri.

Sukses di online assessment…!!!

Serba-Serbi Beasiswa BUDI-LN bagian 1

Dosen dengan tanggung jawab Tri Dharma perguruan tinggi tidak disangkal lagi wajib menempuh pendidikan hingga level tertinggi, yaitu doktor (S3). Sesuai dengan fitrahnya, S3 adalah level pendidikan terakhir yang membutuhkan usaha yang paling besar dan paling berat. Salah satunya adalah masalah pembiayaan studi dan penelitian. Hebatnya, negara kita punya skema beasiswa yang prestisius dan menjadi persaingan banyak anak bangsa, yaitu LPDP. Sedangkan beasiswa untuk dosen mulai tahun 2016 dikenal dengan nama BUDI-LPDP.

Dari data infografis di bawah, dosen berdasarkan pendidikan tertinggi bisa dilihat bahwa yang memiliki gelar S3 berada pada posisi terendah. Maka kita dosen Indonesia tidak diragukan lagi “wajib” memiliki pendidikan hingga tingkat Doktoral. Salah satu solusi pembiayaan studi S3 yang besar ini adalah dengan memanfaatkan beasiswa BUDI-LPDP.

dosen dalam angka

https://forlap.ristekdikti.go.id/files/infografis

Ada beberapa beasiswa dari kemenristekdikti yang bisa diakses oleh dosen, BPPDN, BPPLN, BUDI-DN, dan BUDI-LN. Sejauh yang saya tahu BPPLN sudah tidak ditawarkan lagi di tahun 2017. Beasiswa untuk dosen dilewatkan pada BUDI-LPDP dimana penyelenggaraannya adalah gabungan dari LPDP Kemenkeu dan Kemenristekdikti. BUDI dibagi menjadi dua skema yaitu dalam negeri (BUDI-DN) dan luar negeri (BUDI-LN). BUDI-LN pada tahun 2017 memiliki kuota sebanyak 50 orang dan pendaftar beasiswa sebanyak 1300 dosen dari seluruh Indonesia, tingkat persaingannya 1:26.

Selain beasiswa pemerintah Indonesia, dosen bisa mengakses beasiswa-beasiswa lain dari luar negeri, misalnya Monbukagakusho Jepang, AUS-AID Australia, Fullbright Amerika Serikat, dll.

APA ITU BUDI-LN?

BUDI-LN adalah singkatan dari Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia-Luar Negeri. Selain BUDI-LN ditawarkan juga BUDI-DN atau Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri untuk dosen yang ingin melanjutkan S3 di universitas dalam negeri. Beasiswa ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan Lembaga Penyedia Dana Pendidikan (LPDP). Dalam deskripsi di buku pedoman BUDI-LN 2017 beasiswa ini berasal dari Dana Pendidikan yang dikelola oleh LPDP, diperuntukkan bagi Dosen tetap yang mempunyai NIDN pada perguruan tinggi di lingkungan Kemenristekdikti yang akan meraih gelar S3. Pembiayaan tidak dapat digabung dengan beasiswa dari sumber lain (double funding) dan komponen pembiayaan BUDI-LN dan besarannya sesuai dengan standar LPDP untuk masing-masing negara tujuan. Penyatuan penyaluran beasiswa ini sepengetahuan saya adalah respons dari instruksi Presiden Joko Widodo agar penyaluran beasiswa kepada anak bangsa melewati satu pintu, yaitu LPDP Kementerian Keuangan. Sehingga bisa saya simpulkan bahwa standar universitas tujuan sesuai daftar universitas tujuan kemenristekdikti sedangkan standar pembiayaan sesuai LPDP sebagai penyandang dana.

BUDI-LN 2017 ini adalah BUDI periode ke dua, sejak dimulai perubahan pemberian beasiswa untuk dosen di tahun 2016. Periode seleksi BUDI-LN masih belum tetap setiap tahun, di periode 2016 pendaftaran dimulai 2 Mei – 4 Juni 2016, sedangkan periode 2017 dimulai 12–28 Juli 2017. Saran saya untuk dosen-dosen yang berminat berkompetisi di BUDI-LN bisa menyiapkan berkas-berkas penting sebelum Bulan Mei. Mengapa begitu? Karena kita harus bersiap dengan kejutan-kejutan pengumuman beasiswa BUDI.

Alur pendaftaran BUDI di tahun 2017 sebagai berikut:

  1. Seleksi Berkas/ Administrasi pendaftaran 12- 28 Juli 2017 – pengumuman hasil seleksi berkas 8 Agustus 2017
  2. Tes Online Assessment – dilaksanakan tanggal 10 Agustus 2017
  3. Wawancara oleh Ditjen SDID dan LPDP (21 Agustus 2017) pengumuman 21 Agustus 2017 Wawancara di Surabaya 28 Agustus 2017, Jakarta 30 Agustus 2017.
  4. Lokakarya Pra-Keberangkatan diumumkan 13 September 2017 Pelaksanaan tanggal 25 September 2017.
  5. Persiapan Keberangkatan (masing-masing karyasiswa)

APA SAJA YANG PERLU DIPERSIAPKAN?

Berdasarkan pedoman BUDI-LN 2017 berikut beberapa dokumen yang perlu dilengkapi:

LoA (Letter of Acceptance) atau Admission Letter Unconditional

Surat tanda diterima pada program studi tertentu pada universitas yang ada di dalam daftar Kemenristekdikti. Perlu diperhatikan bahwa LoA/ Admission Letter wajib sudah unconditional atau tanpa syarat. Silahkan merujuk pada universitas yang anda inginkan untuk memenuhi persyaratan unconditional. LoA dari Professor tidak bisa dipergunakan untuk melamar beasiswa BUDI-LN

Salinan Ijazah dan Transkrip S2 yang dilegalisir

Untuk persyaratan ini sudah jelas bahwa harus dilegalisir oleh pejabat universitas yang berwenang. Untuk ijazah dan transkrip lulusan luar negeri dilegalisir oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes Indonesia di negara tempat studi.

Bukti kemampuan Bahasa Inggris

Bukti Bahasa Inggris bisa memakai salah satu dari TOEFL-ITP minimal 575, TOEFL-iBT minimal 80, IELTS minimal 6, TOEIC minimal 650, atau PTE minimal 54. Salah satu sertifikat itu masih berlaku maksimal 2 tahun sejak sertifikat dikeluarkan. Sertifikat Bahasa Inggris ini sesuatu yang umum kita ambil, tetapi kadang kita abai. Misalnya, TOEFL prediction yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan Bahasa tidak bisa digunakan. Sebaiknya cari lembaga resmi yang mengeluarkan sertifikat tersebut, misalkan ETS untuk TOEFL dan IDP untuk IELTS. Silahkan cek link berikut untuk informasi lokasi dan waktu tes terdekat di kota anda.

Jika anda studi di negara berbahasa pengantar selain Inggris, syarat TOEFL-ITP minimal 550, TOEFL-iBT minimal 65, IELTS minimal 5.5, TOEIC minimal 600, atau PTE minimal 46.

Jika PT tujuan memiliki syarat kemampuan Bahasa Inggris lebih tinggi, maka mengikuti syarat PT tujuan.

Sertifikat Bahasa pengantar (selain Bahasa Inggris) di PT tujuan

Persyaratan sesuai kebutuhan PT tujuan dan maksimal berlaku maksimal 2 tahun sejak sertifikat dikeluarkan.

Menyiapkan IELTS

Usulan Penelitian (Research Proposal)

Usulan penelitian ini disusun dalam Bahasa Inggris dan ikuti kerangka yang dibuat oleh BUDI. Jika format berbeda dengan proposal anda yang sudah disetujui oleh calon supervisor, sebaiknya diskusikan lagi dan sebutkan bahwa anda diminta membuat usulan penelitian sesuai format BUDI.

Saya mendiskusikan lebih lanjut tentang hal ini di sini.

Letter of Motivation (LoM)

LoM ini dibuat dalam Bahasa Inggris dengan maksimal 3 halaman. Tidak ada format yang diberikan, silahkan berkreasi sesuai kebutuhan anda.

Saya mendiskusikan lebih lanjut tentang hal ini di sini.

Surat Ijin Melamar Beasiswa

Surat harus dikeluarkan oleh Rektor atau Wakil Rektor untuk dosen PTN, atau dari koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS.

Surat Pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain

Ikuti format surat dari BUDI.

Sur Tidak Menerima Beasiswa

 

Surat pernyataan kesanggupan pulang ke PT asal di Indonesia

Ikuti format surat dari BUDI.

Sur Sanggup Pulang

Surat Keterangan berbadan sehat, bebas narkoba, dan TBC

Mintalah surat tersebut di RS pemerintah rumah sakit umum (RSU) atau rumah sakit tentara (RST), jika sedang berada di luar negeri carilah RS yang berwenang mengeluarkan surat tersebut.

Saya mendiskusikan lebih lanjut tentang hal ini di sini.

Take Home Quiz SIG Kelas A dan B 2017

Aside

Berikut ini adalah soal take home quiz untuk Kelas SIG A dan B.

Harap memperhatikan soal dengan baik.

Soal dan materi kuis sudah disiapkan dalam link berikut

1. Soal

2. DEM

3. SHP Sungai

Deadline pengerjaan untuk Kelas A adalah tanggal 19 Desember pukul 09.00

Deadline pengerjaan untuk Kelas B adalah tanggal  21 Desember pukul 09.00

Harap mengumpulkan quiz di pengajaran Prodi S1 Teknik Pengairan

 

Selamat mengerjakan dan sukses!!!