Serba-Serbi Beasiswa BUDI-LN bagian 1

Dosen dengan tanggung jawab Tri Dharma perguruan tinggi tidak disangkal lagi wajib menempuh pendidikan hingga level tertinggi, yaitu doktor (S3). Sesuai dengan fitrahnya, S3 adalah level pendidikan terakhir yang membutuhkan usaha yang paling besar dan paling berat. Salah satunya adalah masalah pembiayaan studi dan penelitian. Hebatnya, negara kita punya skema beasiswa yang prestisius dan menjadi persaingan banyak anak bangsa, yaitu LPDP. Sedangkan beasiswa untuk dosen mulai tahun 2016 dikenal dengan nama BUDI-LPDP.

Dari data infografis di bawah, dosen berdasarkan pendidikan tertinggi bisa dilihat bahwa yang memiliki gelar S3 berada pada posisi terendah. Maka kita dosen Indonesia tidak diragukan lagi “wajib” memiliki pendidikan hingga tingkat Doktoral. Salah satu solusi pembiayaan studi S3 yang besar ini adalah dengan memanfaatkan beasiswa BUDI-LPDP.

dosen dalam angka

https://forlap.ristekdikti.go.id/files/infografis

Ada beberapa beasiswa dari kemenristekdikti yang bisa diakses oleh dosen, BPPDN, BPPLN, BUDI-DN, dan BUDI-LN. Sejauh yang saya tahu BPPLN sudah tidak ditawarkan lagi di tahun 2017. Beasiswa untuk dosen dilewatkan pada BUDI-LPDP dimana penyelenggaraannya adalah gabungan dari LPDP Kemenkeu dan Kemenristekdikti. BUDI dibagi menjadi dua skema yaitu dalam negeri (BUDI-DN) dan luar negeri (BUDI-LN). BUDI-LN pada tahun 2017 memiliki kuota sebanyak 50 orang dan pendaftar beasiswa sebanyak 1300 dosen dari seluruh Indonesia, tingkat persaingannya 1:26.

Selain beasiswa pemerintah Indonesia, dosen bisa mengakses beasiswa-beasiswa lain dari luar negeri, misalnya Monbukagakusho Jepang, AUS-AID Australia, Fullbright Amerika Serikat, dll.

APA ITU BUDI-LN?

BUDI-LN adalah singkatan dari Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia-Luar Negeri. Selain BUDI-LN ditawarkan juga BUDI-DN atau Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri untuk dosen yang ingin melanjutkan S3 di universitas dalam negeri. Beasiswa ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan Lembaga Penyedia Dana Pendidikan (LPDP). Dalam deskripsi di buku pedoman BUDI-LN 2017 beasiswa ini berasal dari Dana Pendidikan yang dikelola oleh LPDP, diperuntukkan bagi Dosen tetap yang mempunyai NIDN pada perguruan tinggi di lingkungan Kemenristekdikti yang akan meraih gelar S3. Pembiayaan tidak dapat digabung dengan beasiswa dari sumber lain (double funding) dan komponen pembiayaan BUDI-LN dan besarannya sesuai dengan standar LPDP untuk masing-masing negara tujuan. Penyatuan penyaluran beasiswa ini sepengetahuan saya adalah respons dari instruksi Presiden Joko Widodo agar penyaluran beasiswa kepada anak bangsa melewati satu pintu, yaitu LPDP Kementerian Keuangan. Sehingga bisa saya simpulkan bahwa standar universitas tujuan sesuai daftar universitas tujuan kemenristekdikti sedangkan standar pembiayaan sesuai LPDP sebagai penyandang dana.

BUDI-LN 2017 ini adalah BUDI periode ke dua, sejak dimulai perubahan pemberian beasiswa untuk dosen di tahun 2016. Periode seleksi BUDI-LN masih belum tetap setiap tahun, di periode 2016 pendaftaran dimulai 2 Mei – 4 Juni 2016, sedangkan periode 2017 dimulai 12–28 Juli 2017. Saran saya untuk dosen-dosen yang berminat berkompetisi di BUDI-LN bisa menyiapkan berkas-berkas penting sebelum Bulan Mei. Mengapa begitu? Karena kita harus bersiap dengan kejutan-kejutan pengumuman beasiswa BUDI.

Alur pendaftaran BUDI di tahun 2017 sebagai berikut:

  1. Seleksi Berkas/ Administrasi pendaftaran 12- 28 Juli 2017 – pengumuman hasil seleksi berkas 8 Agustus 2017
  2. Tes Online Assessment – dilaksanakan tanggal 10 Agustus 2017
  3. Wawancara oleh Ditjen SDID dan LPDP (21 Agustus 2017) pengumuman 21 Agustus 2017 Wawancara di Surabaya 28 Agustus 2017, Jakarta 30 Agustus 2017.
  4. Lokakarya Pra-Keberangkatan diumumkan 13 September 2017 Pelaksanaan tanggal 25 September 2017.
  5. Persiapan Keberangkatan (masing-masing karyasiswa)

APA SAJA YANG PERLU DIPERSIAPKAN?

Berdasarkan pedoman BUDI-LN 2017 berikut beberapa dokumen yang perlu dilengkapi:

LoA (Letter of Acceptance) atau Admission Letter Unconditional

Surat tanda diterima pada program studi tertentu pada universitas yang ada di dalam daftar Kemenristekdikti. Perlu diperhatikan bahwa LoA/ Admission Letter wajib sudah unconditional atau tanpa syarat. Silahkan merujuk pada universitas yang anda inginkan untuk memenuhi persyaratan unconditional. LoA dari Professor tidak bisa dipergunakan untuk melamar beasiswa BUDI-LN

Salinan Ijazah dan Transkrip S2 yang dilegalisir

Untuk persyaratan ini sudah jelas bahwa harus dilegalisir oleh pejabat universitas yang berwenang. Untuk ijazah dan transkrip lulusan luar negeri dilegalisir oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes Indonesia di negara tempat studi.

Bukti kemampuan Bahasa Inggris

Bukti Bahasa Inggris bisa memakai salah satu dari TOEFL-ITP minimal 575, TOEFL-iBT minimal 80, IELTS minimal 6, TOEIC minimal 650, atau PTE minimal 54. Salah satu sertifikat itu masih berlaku maksimal 2 tahun sejak sertifikat dikeluarkan. Sertifikat Bahasa Inggris ini sesuatu yang umum kita ambil, tetapi kadang kita abai. Misalnya, TOEFL prediction yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan Bahasa tidak bisa digunakan. Sebaiknya cari lembaga resmi yang mengeluarkan sertifikat tersebut, misalkan ETS untuk TOEFL dan IDP untuk IELTS. Silahkan cek link berikut untuk informasi lokasi dan waktu tes terdekat di kota anda.

Jika anda studi di negara berbahasa pengantar selain Inggris, syarat TOEFL-ITP minimal 550, TOEFL-iBT minimal 65, IELTS minimal 5.5, TOEIC minimal 600, atau PTE minimal 46.

Jika PT tujuan memiliki syarat kemampuan Bahasa Inggris lebih tinggi, maka mengikuti syarat PT tujuan.

Sertifikat Bahasa pengantar (selain Bahasa Inggris) di PT tujuan

Persyaratan sesuai kebutuhan PT tujuan dan maksimal berlaku maksimal 2 tahun sejak sertifikat dikeluarkan.

Menyiapkan IELTS

Usulan Penelitian (Research Proposal)

Usulan penelitian ini disusun dalam Bahasa Inggris dan ikuti kerangka yang dibuat oleh BUDI. Jika format berbeda dengan proposal anda yang sudah disetujui oleh calon supervisor, sebaiknya diskusikan lagi dan sebutkan bahwa anda diminta membuat usulan penelitian sesuai format BUDI.

Saya mendiskusikan lebih lanjut tentang hal ini di sini.

Letter of Motivation (LoM)

LoM ini dibuat dalam Bahasa Inggris dengan maksimal 3 halaman. Tidak ada format yang diberikan, silahkan berkreasi sesuai kebutuhan anda.

Saya mendiskusikan lebih lanjut tentang hal ini di sini.

Surat Ijin Melamar Beasiswa

Surat harus dikeluarkan oleh Rektor atau Wakil Rektor untuk dosen PTN, atau dari koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS.

Surat Pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain

Ikuti format surat dari BUDI.

Sur Tidak Menerima Beasiswa

 

Surat pernyataan kesanggupan pulang ke PT asal di Indonesia

Ikuti format surat dari BUDI.

Sur Sanggup Pulang

Surat Keterangan berbadan sehat, bebas narkoba, dan TBC

Mintalah surat tersebut di RS pemerintah rumah sakit umum (RSU) atau rumah sakit tentara (RST), jika sedang berada di luar negeri carilah RS yang berwenang mengeluarkan surat tersebut.

Saya mendiskusikan lebih lanjut tentang hal ini di sini.

4 thoughts on “Serba-Serbi Beasiswa BUDI-LN bagian 1

  1. Thanks infonya, btw mas gimana dengan pembiayaan awal, apakah kita harus siap modal awal dulu utk yang budi LN karena katanya dana akan cair setelah kita sudah beberapa bln atau 1 smester disana?

    • Hallo, dari pengalaman saya pembayaran baik untuk visa, tiket pesawat, living allowance, dan tuition fee dari LPDP lancar kok. LPDP punya standar pencairan dana maksimal 10 hari kerja setelah berkas pengajuan kita diterima. Jadi jika terjadi keterlambatan pembayaran lebih dari itu segera kirim pesan ke crmlpdp untuk konfirmasi pembayarannya.

  2. Lulus y om,.? Kemarin cuma 2 orang dr UB yg masuk, Dr FK sama Pengairan seingat saya, saya lupa namanya mungkin jenegan salah satunya, Selamat2..

    pengalaman LoA menjadi sangat penting kala INI ’2017″ saya sendri saat wawancara d SBY d Ketawain krna LoA dr Profesor,.hee Bisa ditebak hasilnya… krna kl LoA dr Institusi Harus Ujian remi dan Ketika pengumuman Harus segera berangkat dengan rentan waktu Februari Ujian seleksi, Maret pegumuman, April sudah harus di Kampus tsb. Artinya waktunya ndk memungkinkan dpt LoA unconditional”

    sedang 2018 ini LPDP langsung tidak dibawah ristekdikti dan tidak bisa ON GOING, tetapi LoA conditional dipertimbangkan artinya tidak harus LoA unconditional (lebih memudahkan) dan sya tidak meliaht batasan kuota yang diterima. Menjadi sulit ketika sudah mengajukan LoA unconditional, pengelola berubah, persayartan berubah seperti yg saya sebut diatas, WIS KADUNG SEKOLAH,. sorry nambahi komentar

    • Konnichiwa Mas Adi, sekarang di Miyazaki ya.. Salam buat temen2 di sana..
      Alhamdulillah… Allah memberi rezeki untuk jadi bagian dari 3 wakil UB (2 FK 1 FT) dari 50 penerima BUDI ’17 .
      Iya memang standar admission Univ Jepang seperti itu, harus datang ke Jepang untuk ujian masuk baru bisa dapat LoA Unconditional dari kampus kecuali ada MoU khusus.
      Jadi agak tricky jika berburu sponsor yang mengharuskan LoA Unconditional sebagai prasyarat.
      Yang nyaman untuk Jepang setahu saya memang dengan scheme Monbukagakusho U to U.

      Sukses Mas Adi untuk PhD-nya di Miyadai.. Jadi kangen Udon Kitchou favorit yg di Cross Mall nih,, :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>